Uang Darah
كتاب العقول
Yahya menceritakan kepada saya dari Malik dari Ibn Shihab dari Said ibn al-Musayyab dan Abu Salama ibn Abd ar-Rahman dari Abu Huraira bahwa Pembawa Allah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, “Luka binatang tidak ada artinya dan tidak ada kompensasi untuk itu. Sumur itu tidak diperhitungkan dan tidak ada kompensasi untuk itu. Tambang tidak diperhitungkan dan tidak ada kompensasi untuk itu dan seperlima untuk harta yang terkubur.” (Al-Kanz
Yahya menceritakan kepada saya dari Malik dari Abu'z-Zinad dari Sulaiman Ibnyasar bahwa seorang budak dibebaskan oleh salah satu orang yang sedang haji dan tuannya telah meninggalkan hak untuk mewarisi darinya. Mantan budak itu kemudian membunuh seorang pria dari suku Banu A'idh. Seorang A'idhi, ayah dari orang yang terbunuh datang ke Umar ibn al-Khattab mencari uang darah anaknya. Umar berkata, “Dia tidak punya uang darah.” Aidhi berkata, “Apa yang akan kamu pikirkan jika anakku yang membunuhnya?” Umar berkata, “Kalau begitu kamu akan membayar uang darahnya.” Dia berkata, “Dia kemudian seperti ular hitam dan putih Arqam. Jika dibiarkan, ia melahap dan jika dibunuh, ia membalas dendam.”